Popular Post

Popular Posts

Translate

Lagu Ryuzuki

About Me

My photo
Seorang wibu yang banyak waktu luang

Recent post

Pengertian Esai
Esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Pengarang esai disebut esais. Esai sebagai satu bentuk karangan dapat bersifat informal dan formal. Esai informal mempergunakan bahasa percakapan, dengan bentuk sapaan â??sayaâ? dan seolah-olah ia berbicara langsung dengan pembacanya. Adapun esai yang formal pendekatannya serius. Pengarang mempergunakan semua persyaratan penulisan.

Masa-Masa di kost
Dari judulnya sendiri  yaitu “Masa-Masa di kost” mungkin kalian berpikir kalau saya sendiri anak kost, tapi sebenarnya saya menjadi anak kost untuk seminggu saja, lebih tepatnya 6 hari 5 malam. Kenapa saya menjadi anak kost cuma sebentar? Itu sebenarnya dimulai pada liburan pertama untuk kenaikan tingkat. Pada waktu itu saya dan teman-teman sekelas saya lebih baik menggunakan waktu liburan tersebut untuk kursus, karena salah satu syarat siding adalah mengambil salah satu kursus, dan akhirnya kami semua memutuskan untuk mengambil kursus Java di Depok yaitu pada kampus D pada tanggal 2 september 2013. Karena jarak yang jauh antara kampus D yang di depok dengan rumah kami di bekasi kami memutuskan untuk ngekost di dekat kampus D untuk menghemat waktu, biaya, dan tenaga. Seminggu sebelum kursus dimulai kami melakukan pencarian tempat kost di depok, dan akhirnya kami menemukannya di dekat jalan utama depok dan kami memesan dua kamar masing-masing diisi tiga orang.

Hari Pertama di kost
Kami memutuskan untuk berangkat dari rumah pada hari minggu pagi dan berkumpul di depan kampusJ kalimalang. Setelah semua berkumpul, kami berenam akhirnya berangkat menggunakan sepeda motor dengan membawa tas yang berisi keperluan kami sehari-hari. Setelah 2 jam perjalanan kami akhirnya sampai pada tempat kost, ketika sampai kami langsung berbenah dan langsung istirahat karena kelelahan. Tidak terasa hari telah malam dan akhirnya kami mencari makan di sekitar tempat kost, lalu kami  menemukan warteg dan akhirnya makan disana, setelah perut kami terisi kami kembali ke kost di jalan kami mampir terlebih dahulu ke minimarket market untuk membeli air mineral yang berukuran botol satu literan. Setelah tiba kembali di kost’an kami beristirahat dan mempersiapkan diri untuk kursus besok paginya. Ketika tengah malam saya berusaha untuk tidur namun tidak bisa karena tubuh saya yang sakit semua  dan suasana ketika itu membuat saya hanya bisa tertidur 2 jam. Pada waktu subuh sekitar pukul 5 pagi saya segera bergegar ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu untuk shalat subuh tentu saja saya harus mengantri dengan teman-teman saya dan para penghuni kost yang lain karena kamar mandi disitu cuma ada 4 yaitu 2 dibawah dan 2 lagi diatas setelah mengambil air wudhu saya akhirnya bisa shalat subuh. Pada jam 7 salah satu dari kami ingin membeli sarapan dan yang lain menitip padanya, sembari menunggu sarapan kami bergantian mandi dan lekas bersiap diri untuk berangkat kursus, setelah sarapan kami berangkat kursus pada jam 8.30 dari tempat kost. Setibanya disana kepala saya terasa sakit karena kurang tidur dan perut saya masih lapar karena sarapan tadi hanya Cuma makan nasi uduk dan gorengan.

Kursus Java yang bikin Greget
Tak lama setibanya kami disana Lepkom akhirnya terbuka dan kami dipersilahkan masuk didalam lepkom tersebut banyak komputer jadul  yang berukuran besar dan ternyata yang mengikuti kursus java tersebut banyak berasal dari kampus gundar yang lain dan banyak juga mahasiswa yang tingkatannya diatas kami. Sebelum kami mengambil tempat duduk kami harus absen dan menunjukan blanko pembayaran kursus, setelah itu kami diberikan buku tentang java dan kami dipersilahkan mencari computer masing-masing. Pembukaan kursus dimulai oleh salah satu assisten lab dan diteruskan dengan penjelasan java yang dijelaskan oleh assisten lab yang lain. Setelah penjelasan java yang memakan waktu 2 jam, kami diminta assisten lab tersebut untuk mengerjakan salah satu program yang ada pada buku tersebut, untuk membuat program tersebut kami menggunakan  java creator, untuk penggunan java creator tersebut dijelaskan caranya oleh assisten lab tersebut. Pada  program pertama masih terasa mudah, tapi setelah program kedua dan ketiga lama-kelamaan makin sulit, karena makin banyaknya penggunaan perintah dan penggunaan simbol, serta dalam java dibutuhkan ketelitian yang lebih karena adanya perintah yang besar-kecil hurufnya yang berpengaruh pada program tersebut. Tak lama setelah itu kami diberi waktu istirahat dan kembali lagi pada jam 1 siang. Setelah istirahat makan dan shalat dzuhur, kami kembali ke lab dan melanjutkan mengerjakan program selanjutnya, pada jam 3 sore kami diberikan program untuk penghitungan zakat dan bagi siapa saja yang berhasil menyelesaikan program tersebut akan mendapat nilai tambah untuk ujian nanti. Pada akhirnya saya dan beberapa teman saya tidak menyelesaikan program tersebut dan cuma salah satu dari kami yang mendapatkan nilai tersebut. Ketika jam 5 kursus di berhentikan dan para mahasiswa diperbolehkan pulang.
Pada hari kedua persis pada hari pertama pada pembukaannya diberikan penjelasan pada bab yang akan dipelajari dan setelah  itu diberikan beberapa program untuk dikerjakan dan seperti biasa pada akhir jam diberikan program untuk pengkorvensian jam dan bagi siapa saja yang berhasil menyelesaikan program tersebut akan mendapat nilai tambah untuk ujian nanti.
Pada hari ketiga persis pada hari sebelumnya pada pembukaannya diberikan penjelasan pada bab yang akan dipelajari dan setelah  itu diberikan beberapa program untuk dikerjakan dan seperti biasa pada akhir jam diberikan program untuk kalkulator dan bagi siapa saja yang berhasil menyelesaikan program tersebut akan mendapat nilai tambah untuk ujian nanti. Pada saat mengerjakan program ini, jujur saya lelah dan bosan karena program tersebut sangat panjang dan jika terjadi error atau kesalahan sangat sulit mencari errornya, karena untuk mencarinya harus memeriksa baris tersebut. Makanya seperti nama judul diatas “Kursus Java yang bikin Greget”, setelah selesai mengerjakan membuat kepala saya pusing dan program yang saya kerjakan masih banyak errornya.
Pada hari keempat hanya penjelasaan tentang program java yang berbasis intenet dan pada akhir jam diberikan contoh program untuk ujian besoknya. Pada malam harinya saya dan teman-teman belajar dikost’an untuk ujian keesokan paginya. Akhirnya waktu ujianpun tiba, kami sepakat jika ujian selesai akan langsung pulang kerumah karena kami sudah tidak betah lagi tinggal di kost’an.
Ujian pertama adalah ujian essay, saya sudah cukup yakin bisa menjawab essay tersebut jadi tidak begitu sulit bagi saya, setelah itu ujian praktek membuat program, namun sebelum itu diberikan jeda waktu istirahat untuk shalat. Setelah shalat jumaat dan makan siang, kami melanjutkan mengerjakan ujian praktek tersebut. Dalam ujian tersebut ada 2 soal yaitu membuat program bintang bersusun prisma dan daftar mahasiswa. Sejujurnya saya lebih siap mengerjakan program daftar mahasiswa karena hal tersebut baru dipelajari, ketimbang membuat bintang bersusun prisma, karena program tersebut belum dipelajari sebelumnya dan sepertinya hanya mahasiswa yang tingkat diatas kami yang sudah mempelajarinya. Asissten lab memberitahukan bahwa waktu pengerjaan sudah selesai dan kami diminta untu segera meninggalkan lab. Assisten lab memberitahukan kalau hasil ujian bisa dilihat pada website lepkom beberapa hari setelah ujian selesai.
Setelah ujian selesai kami segera ke kostan untuk berberes barang dan segera pulang kerumah. Meskipun dengan tubuh yang lelah, kami bergegas pulang. Dibutuhkan  waktu satu setengah jam perjalanan untuk pulang, dijalan lebih cepat karena untungnya jalannya tidak macet dan setibanya saya dijalan langit sudah menunjukan senja.

Hasil yang tidak Terkira
Beberapa hari setelah selesai kursus saya beberapa kali memeriksa website lepkom, tapi hasil dari ujian tersebut masih belum keluar juga hal tersebut membuat saya sedikit cemas. Saya beberapa kali menghubungi teman-teman saya yang mengikuti kursus tersebut, mereka juga belum mendapat pemberitahuan hasil ujian tersebut. Setelah seminggu kemudian, akhirnya hasil ujian tersebut sudah keluar dan alhammdulilah saya dinyatakan lulus. Setelah itu saya menanyakan teman-teman saya tentang hasil ujian tersebut dan mereka juga dinyatakan lulus semua. Kami memutuskan untuk mengambil sertifikat kursus setelah sebulan kemudian. Saya bersyukur saya telah lulus, jadi selama ini semua hal yang dikost tidak percuma dan biaya yang dikeluarkan untuk kursus tidak terbuang percuma




Daftar pustaka: http://www.pemustaka.com/pengertian-esai-dan-ciri-cirinya.html

Essai

Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Misalnya perilaku konsumen pada suatu produk mie instan yaitu mie sedap dan indomie. Indomie sangat terkenal di pasaran karena enak dan telah lama dikenal oleh masyarakat.
Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.


Proses pengambilan keputusan pembelian

Sebelum dan sesudah melakukan pembelian, seorang konsumen akan melakukan sejumlah proses yang mendasari pengambilan keputusan, yakni:

1. Pengenalan masalah (problem recognition). Konsumen akan membeli suatu produk sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Tanpa adanya pengenalan masalah yang muncul, konsumen tidak dapat menentukan produk yang akan dibeli.

2. Pencarian informasi (information source). Setelah memahami masalah yang ada, konsumen akan termotivasi untuk mencari informasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada melalui pencarian informasi. Proses pencarian informasi dapat berasal dari dalam memori (internal) dan berdasarkan pengalaman orang lain (eksternal).

3. Mengevaluasi alternatif (alternative evaluation). Setelah konsumen mendapat berbagai macam informasi, konsumen akan mengevaluasi alternatif yang ada untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.

4. Keputusan pembelian (purchase decision). Setelah konsumen mengevaluasi beberapa alternatif strategis yang ada, konsumen akan membuat keputusan pembelian. Terkadang waktu yang dibutuhkan antara membuat keputusan pembelian dengan menciptakan pembelian yang aktual tidak sama dikarenakan adanya hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan.

5. Evaluasi pasca-pembelian (post-purchase evaluation) merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian. Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen. Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merek produk tersebut pada masa depan. Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen pada masa depan.


Faktor-faktor yang memengaruhi

Terdapat lima faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian:

1. Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.

2. Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.

3. Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.

4. Integrasi (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut

Strategi Pemasaran untuk memuaskan konsumen dan produsen secara maksimal

Strategi suatu cara yang diutaakan untuk mencapai tujuan. Strategi pemasaran cara untuk mencapai tujuan di dalam melakukan kegiatan distribusi atau penjualan. Di dalam strategi pemasaran terdapat cara tertentu dalam meningkatkan proses distribusi agar terciptanya keuntungan yang maksimal bagi produsen dan kepuasan yang maksimal bagi konsumen. Di saat menjalankan proses tersebut pemasaran pun memiliki hal-hal guna menunjang proses distribusi atau penjualan, dan untuk mencapai kepuasan konsumen. Strategi tersebut pun meliputi:

1. Produk (barang, jasa, ide)
Segala hasil kerja manusia yang dapat ditawarkan kepada manusia lainnya baik berupa barang, jasa atau ide.

2. Nilai
Perkiraan konsumen atas suatu produk untuk kepuasan mereka, apa yang dirasakan atau diinginkan.

3. Biaya
Harga yang harus dibayar konsumen atas produk yang dikonsumsi.

4. Pasar
Tempat yang berisi semua pelanggan potensial yang berniat untuk transaksi terhadap suatu produk.
Ketika proses distribusi atau penjualan berlangsung dengan menentukan produk, nilai, biaya, pasar. Dengan berjalan lancer proses distribusi atau penjualan kepuasan akan timbul untuk para produsen dengan adanya keuntungan yang maksimal dan kepuasan yang timbul pada konsumen.

Kesimpulan

Pada dasarnya manusia sebagai konsumen membeli barang dan jasa adalah untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan hidup. Keinginan dan kebutuhan manusia itu sifatnya tidak terbatas, tetapi sumber daya yang dimilki terbatas. Oleh karena itu demi mendapatkan suatu barang untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan tersebut maka seseorang akan rela menukarkan atau mengorbankan benda atau barang yang dimiliki, seperti uang atau benda-benda lainnya. Produsen sebagai penjual penyedia barang, dan konsumen sebagai pembeli. Semua itu meruapakan pendukung dengan adanya pemasaran. Di dalam harga dan kualitas produk pun terdapat strategi-strategi yang kuat guna mencapai kepuasan yang dirasakan oleh para konsumen. Menetapkan Harga yang relative murah akan memberikan nilai yang lebih tinggi, sedangkan pada kualitas produk itu sendiri yaitu konsumen akan merasa puas apabila mendapatkan produk yang baik atau yang sesuai harapan.

Perilaku Konsumen Pada Suatu Produk

PENGERRTIAN ORGANISASI DALAM ORGANISASI

Komunikasi adalah Suatu proses penyampaian pesan atau informasi dari suatu pihak ke pihak yang lain dengan tujuan tercapai persepsi atau pengertian yang sama.
Komunikasi dalam organisasi sangat penting karena dengan adanya komunikasi maka seseorang bisa berhubungan dengan orang lain dan saling bertukar pikiran yang bisa menambah wawasan seseorang dalam bekerja atau menjalani kehidupan sehari-hari. Maka untuk membina hubungan kerja antar pegawai maupun antar atasan bawahan perlulah membicarakan komunikasi secara lebih terperinci.
Komunikasi organisasi pada umumnya juga membahas tentang struktur dan fungsi organisasi, hubungan antarmanusia, komunikasi dan proses pengorganisasian serta budaya organisasi. Komunikasi organisasi diberi batasan sebagai arus pesan dalam suatu jaringan yang sifat hubungannya saling bergantung satu sama lain meliputi arus komunikasi vertikal dan horisontal.

JENIS KOMUNIKASI ORGANISASI

KOMUNIKASI INTERNAL
Adalah komunikasi yang terjadi dalam organisasi itu sendiri, Misalnya, Pertukaran gagasan di antara para administrator dan karyawan dalam suatu perusahaan, dalam struktur lengkap yang khas disertai pertukaran gagasan secara horizontal dan vertikal didalm perusahaan, sehingga perusahaan berjalan

KOMUNIKASI HORIZONTAL
Komunikasi mendatar, antara anggota staf dengan anggota staf. Berlangsung tidak formal, lain dengan komunikasi vertikal yang formal. Komunikasi terjadi tidak dalam suasana kerja ! Empoyee Relation dan sering timbul Rumours, Grapevine, Gossip.

KOMUNIKASI DIAGONAL
Komunikasi antara pemimpin seksi atau bagian dengan pegawai seksi atau bagian lainnya.

KOMUNIKASI EKSTERNAL
Komunikasi antara pemimpin organisasi dengan khalayak audience di luar organisasi.


Gaya komunikasi organisasi
menurut Steward L.Tubbs dan Sylvia Moss ada enam gaya komunikasi, yaitu;

1. Gaya komunikasi mengendalikan
Gaya komunikasi mengendalikan ditandai dengan adanya satu kehendak atau maksud untuk membatasi, memaksa dan mengatur perilaku, pikiran dan tanggapan orang lain. Orang-orang yang menggunakan gaya komunikasi ini dikenal dengan nama komunikator satu arah.
Pihak - pihak yang memakai gaya komunikasi mengendalikan ini, lebih memusatkan perhatian kepada pengiriman pesan dibanding upaya mereka untuk berharap pesan. Mereka tidak mempunyai rasa ketertarikan dan perhatian untuk berbagi pesan. Mereka tidak mempunyai rasa ketertarikan dan perhatian pada umpan balik, kecuali jika umpan balik atau feedback tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi mereka. Para komunikator satu arah tersebut tidak khawatir dengan pandangan negatif orang lain, tetapi justru berusaha menggunakan kewenangan dan kekuasaan untuk memaksa orang lain mematuhi pandangan-pandangannya.
Pesan-pesan yag berasal dari komunikator mengendalikan ini, tidak berusaha ‘menjual’ gagasan agar dibicarakan bersama namun lebih pada usaha menjelaskan kepada orang lain apa yang dilakukannya. Gaya komunikasi mengendalikan ini sering dipakai untuk mempersuasi orang lain supaya bekerja dan bertindak secara efektif, dan pada umumnya dalam bentuk kritik. Namun demkian, gaya komunikasi yang bersifat mengendalikan ini, tidak jarang bernada negatif sehingga menyebabkan orang lain memberi respons atau tanggapan yang negatif pula.

2. Gaya komunikasi dua arah
Dalam gaya komunikasi ini, tindak komunikasi dilakukan secara terbuka. Artinya, setiap anggota organisasi gaya komunikasi dua arah dapat mengungkapkan gagasan ataupun pendapat dalam suasana yang rileks, santai dan informal. Dalam suasana yang demikian, memungkinkan setiap anggota organisasi mencapai kesepakatan dan pengertian bersama. Aspek penting gaya komunikasi ini ialah adanya landasan kesamaan. Gaya komunikasi dua arah ini ditandai dengan berlakunya arus penyebaran pesan-pesan verbal secara lisan maupun tertulis yang bersifat dua arah.
Orang-orang yang menggunakan gaya komunikasi yang bermakna kesamaan ini, adalah orang-orang yang memiliki sikap kepedulian yang tinggi serta kemampuan membina hubungan yang baik dengan orang lain baik dalam konteks pribadi maupun dalam lingkup hubungan kerja. Gaya komunikasi dua arah ini akan memudahkan tindak komunikasi dalam organisasi, sebab gaya ini efektif dalam memelihara empati dan kerja sama, khususnya dalam situasi untuk mengambil keputusan terhadap suatu permasalahan yang kompleks. Gaya komunikasi ini pula yang menjamin berlangsungnya tindak berbagi informasi di antara para anggota dalam suatu organisasi.

3. Gaya komunikasi yang berstruktur ini, memanfaatkan pesan-pesan verbal secara tertulis maupun lisan guna memantapkan perintah yang harus dilaksanakan, penjadwalan tugas dan pekerjaan serta struktur organisasi. Pengirim pesan lebih memberi perhatian kepada keinginan untuk memengaruhi orang lain dengan jalan berbagi informasi tentang tujuan organisasi, jadwal kerja, aturan dan prosedur yang berlaku dalam organisasi tersebut.
Stogdill dan Coons dari The Bureau of Business Research of Ohio State University, menemukan dimensi dari kepemimpinan yang efektif, yang mereka beri nama Struktur Inisiasi atau Initiating Structure. Stogdill dan Coons menjelaskan mereka bahwa pemrakarsa struktur yang efisien adalah orang-orang yang mampu merencanakan pesan-pesan verbal guna lebih memantapkan tujuan organisasi, kerangka penugasan dan memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul.

4. Gaya komunikasi yang dinamis ini memiliki kecenderungan agresif, karena pengirim pesan atau sender memahami bahwa lingkungan pekerjaannya berorientasi pada tindakan. Gaya komunikasi yang dinamis ini sering dipakai oleh para juru kampanye ataupun supervisor yang membawa para wiraniaga.
Tujuan utama gaya komunikasi yang agresif ini adalah mestimulasi atau merangsang pekerja/karyawan untuk bekerja dengan lebih cepat dan lebih baik. Gaya komunikasi ini cukup efektif digunakan dalam mengatasi persoalan-persoalan yang bersifat kritis, namun dengan persyaratan bahwa karyawan atau bawahan mempunyai kemampuan yang cukup untuk mengatasi masalah yang kritis tersebut.

5. The Relinguishing Style Gaya komunikasi ini lebih mencerminkan kesediaan untuk menerima saran, pendapat ataupun gagasan orang lain, daripada keinginan untuk memberi perintah, meskipun pengirim pesan mempunyai hak untuk memberi perintah dan mengontrol orang lain.
Pesan-pesan dalam gaya komunikasi ini akan efektif ketika pengirim pesan atau sender sedang bekerja sama dengan orang-orang yang berpengetahuan luas, berpengalaman, teliti serta bersedia untuk bertanggung jawab atas semua tugas atau pekerjaan yang dibebankannya.

6. The Withdrawal Style Akibat yang muncul jika gaya ini digunakan adalah melemahnya tindak komunikasi, artinya tidak ada keinginan dari orang-orang yang memakai gaya ini untuk berkomunikasi dengan orang lain, karena ada beberapa persoalan ataupun kesulitan antarpribadi yang dihadapi oleh orang-orang tersebut.


Kesimpulan :

Jadi yang dimaksud dengan Komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi. Komunikasi formal adalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya berorientasi kepentingan organisasi. Isinya berupa cara kerja di dalam organisasi, produktivitas, dan berbagai pekerjaan yang harus dilakukan dalam organisasi. Misalnya: memo, kebijakan, pernyataan, jumpa pers, dan surat-surat resmi. Adapun komunikasi informal adalah komunikasi yang disetujui secara sosial. Orientasinya bukan pada organisasi, tetapi lebih kepada anggotanya secara individual.
Komunikasi Organisasi juga dapat didefinisikan sebagai pertunjukkan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian suatu organisasi tertentu. Suatu organisasi terdiri dari dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarkis antara yang satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan.


Peran Komunikasi dalam Organisasi


A.    Latar belakang masalah
PT. Perusahaan tambang minyak negara(PT. PERTAMINA) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diberikan mandat untuk menyediakan kebutuhan minyak di Indonesia. Seharusnya sudah menjadi kewajiban bagi PT. PERTAMINA untuk memenuhi itu semua, namun pada kenyataannya masih banyak kasus dimana mereka merugikan masyarakat. Kasus ini menjadi menarik karena disatu sisi kegiatan monopoli mereka dimaksudkan untuk kepentingan mayoritas masyarakat dan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat sesuai UUD 1945 Pasal 33, namun disisi lain tindakan PT. PERTAMINA justru belum atau bahkan tidak menunjukkan kinerja yang baik dalam pemenuhan kebutuhan minyak masyarakat.

B.     Rumusan masalah
PT. Perusahaan tambang minyak negara adalah perusahaan pemerintah yang bergerak di bidang pengadaan minyak nasional. Hingga saat ini, PT. PERTAMINA masih merupakan satu-satunya perusahaan minyak sekaligus pendistribusinya. Dalam hal ini PT. PERTAMINA sudah seharusnya dapat memenuhi kebutuhan minyak bagi masyarakat, dan mendistribusikannya secara merata.
Usaha PT. PERTAMINA termasuk kedalam jenis monopoli murni. Hal ini ditunjukkan karena PT. PERTAMINA merupakan penjual atau produsen tunggal, produk yang unik dan tanpa barang pengganti yang dekat, serta kemampuannya untuk menerapkan harga berapapun yang mereka kehendaki.

contoh kasus pasar monopoli di indonesia



Pengertian Biaya

Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi. Biaya terbagi menjadi dua, yaitu biaya eksplisit dan biaya implisit. Biaya eksplisit adalah biaya yang terlihat secara fisik, misalnya berupa uang. Sementara itu, yang dimaksud dengan biaya implisit adalah biaya yang tidak terlihat secara langsung, misalnya biaya kesempatan dan penyusutan barang modal.


Pengertian biaya menurut beberapa ahli diantaranya, yaitu :
  • Biaya adalah jumlah yang dinyatakan dari sumber-sumber (ekonomi) yang dikorbankan (terjadi dan akan terjadi) untuk mendapatkan sesuatu atau mencapai tujuan tertentu. ( Harnanto, 1992,24 ).
  • Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. ( Mulyadi, 1993,8 ).
  • Biaya adalah harga perolehan yang dikorbankan atau digunakan dalam rangka memperoleh penghasilan (revenue) yang akan dipakai sebagai pengurang penghasilan. ( Supriyono, 1999,16 ).


Ada 4 unsur pokok dalam defenisi biaya tersebut diatas :
1. Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi.

2. Diukur dalam satuan uang.

3. Yang telah terjadi atau yang secara potensial akan terjadi.

4, Pengorbanan tersebut untuk tujuan tersebut.

Biaya dan Harga


Biaya produksi

Berikut ini beberapa definisi biaya produksi dari berbagai sumber: 

  • Biaya produksi yakni biaya-biaya yang berhubungan langsung dengan produksi dari suatu produk dan akan dipertemukan (dimatchkan) dengan penghasilan (revenue) di periode mana produk itu di jual (Abdul Halim, 1988:5). 
  • Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual (Mulyadi, 1995:14). 
  • Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang berhubungan dengan produksi suatu item, yaitu jumlah dari bahan langsung, upah langsung dan biaya overhead pabrik (Amin Widjaya Tunggal, 1993:1) 

Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa biaya produksi adalah biaya-biaya yang digunakan dalam proses produksi meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang jumlahnya lebih besar dibandingkan dengan jenis biaya lain.

Biaya Produksi

Definisi Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi.Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.
Kebanyakan orang masih cenderung mengatakan bahwa pemimipin yang efektif mempunyai sifat atau ciri-ciri tertentu yang sangat penting misalnya, kharisma, pandangan ke depan, daya persuasi, dan intensitas. Dan memang, apabila kita berpikir tentang pemimpin yang heroik seperti Napoleon, Washington, Lincoln, Churcill, Sukarno, Jenderal Sudirman, dan sebagainya kita harus mengakui bahwa sifat-sifat seperti itu melekat pada diri mereka dan telah mereka manfaatkan untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan.

Namun dewasa ini para pemimpin hanya bisa memamerkan hidupnya yang mewah dan mereka bangga dengan kehidupan mewahnya. Mereka tidak melihat kehidupan para umatnya. Pemimpin hendaknya mencontohkan yang baik kepada umatnya, jangan hanya bisa memerintahkan dan mencemooh bila terjadi kesalahan.

Kepemimpinan


Perilaku Produsen

Produsen adalah orang yang menghasilkan barang atau jasa untuk dijual atau dipasarkan, sedangkan Produksi adalah usaha untuk menciptakan dan meningkatkan kegunaan suatu barang untuk memenuhi kebutuhan. Dengan pengertian lain Produksi merupakan konsep arus (flow consept), bahwa kegiatan produksi diukur dari jumlah barang-barang atau jasa yang dihasilkan  dalam suatu periode waktu tertentu, sedangkan kualitas barang atau jasa yang dihasilkan tidak berubah.

Sedangkan Perilaku produsen adalah kegiatan pengaturan produksi sehingga produk yang dihasilkan bermutu tingggi sehingga bisa diterima di masyarakat.

Terdapat dua macam faktor produksi yaitu faktor produksi asli dan faktor produksi turunan:

1. Faktor produksi asli
Yang termasuk faktor produksi asli antara lain sebagai berikut :
Alam. Contohnya : tanah, air, udara, sinar matahari, tumbuh – tumbuhan, hewan, barang tambang.
Tenaga kerja. Tanpa adanya tenaga kerja, sumber daya alam yang tersedia tidak akan dapat dirubah atau diolah menjadi barang hasil produksi.

2. Faktor produksi turunan
Yang termasuk faktor produksi turunan adalah modal dan keahlian (skill).

Perilaku Produsen

Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian.Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

Pendekatan dalam meneliti perilaku konsumen

Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen. Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif. Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.

Perilaku konsumen

Deskripsi Permintaan dan Penawaran


Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.

Contoh permintaan adalah di pasar basah modern yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar yang alot.

Penentukan Harga Permintaan dan Penawaran

- Copyright © 2013 Ryuuzuky~Rikudo - Kurumi Tokisaki - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -